hari ini tanggal 20 april 2017 malam, Nia memutuskan untuk memberikan jawaban kepada orang yang katanya suka kepadanya, dan ingin segera menikah dengannya. 3 minggu lamanya dia menunggu kemantapan hati dari sang penentu jodoh, melalui sholat, ngaji dan ibadah lainnya. dia mencari kemantapan untuk menemukan jawaban itu, dan pada akhirnya dia memutuskan pada malam ini memberikan jawaban yang sebenarnya dengan niat dan maksud yang baik karena Allah. Dia ambil telpon genggam putihku untuk menelpon sang lelaki yang ada rasa terhadapku beberapa minggu lalu. meskipun hati terasa deg deg an, aku mencoba untuk kuat dan memberanikan diri untuk berbicara dengannya.akhirnya kata demi kata terucap tanpa melupakan kesopanan dan etika dalam memberikan jawaban yang sekiranya tidak menyinggung. pada akhirnya kita berbicara lewat telpon, apa yang telah saya sampaikan kepadanya sudah difahami dan dimengerti. point pembicaraanya adalah saya memberikan jawaban menolak secara halus karena belum siap untuk menikah dan belum pula dimantapkan hati untuk bisa bersanding dengannya.terucap kata maaf dan terimakasih diantara kita berdua, rasa bercampur asa. meskipun kita tidak ditakdirkan untuk berjodoh tapi aku akan selalu mendoakanmu untuk mendapatkan orang yg terbaik dan lebih baik dari ku, karena ingatlah akhy dalam Q.S Al baqarah ayat 216 Allah telah memberikan gambaran bahwa"Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, begitu pula sebaliknya", maka dari itu percayalah meskipun bahwa kita tidak berjodoh, Allah telah menyediakan yang terbaik bagi kita, Amiin. Namamu akan selalu ku ingat, smoga pertemuan sesaat kita, obrolan kita ada hikmah dibalik semuanya! kamu "D"semoga segera mendapatkan jodoh yang terbaik. begitu pula dengan saya.

0 komentar
Posting Komentar