Senin, 17 Agustus 2015

Mustiani namaq, aku berasal dari negeri seberang, yakni Lombok tengah NTB. aku kuliah di universitas islam negeri sunan kalijaga Yogyakarta angkatan 2012/2013. Sebelum aku berangkat melangkahkan kaki ke pulau rantauan ini, aku dikasih nasihat kedua orang tuaku ,selaku motivator hidupku,pujaan hatiku, belahan jiwaku, segala-galanya yang sungguh sangat berarti dalam hidupku: “nak,,,,mantap kan niatmu untuk menunut ilmu,ingat allah dimanapun kamu berada, jaga diri, langkahmu selalu menyertai do’akami”.  banyak hal yang aku dapatkan selama menjadi mahasiswa, yang tak bisa ku ceritakan semua melalui coretan pena ini, namun ada masa-masayang paling melekat dalam hatiku, yang takkan pernah bisa kulupakan dimanapun,kapanpun aku berada.            Aku sangat mengakui bahwa dalam hal organisasi aku begitu lemah dan tak ada pengalaman yang banyak, bahkan makna organisasipun aku belum begitu faham. Akhirnya karena hidayah allah SWT, pada tahun 2013 saya mendaftarkan diri menjadi calon anggota UKM JQH al-Mizan, dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya aku memilih untuk menggeluti dibidang divisi kaligrafi, padahaljujur diantara semua divisi-divisi yang ada di al-mizan, yang paling aku gak bisa sama sekali adalah kaligrafi, namun saat itu karena penasaran banget akhirnya aku memilih kaligrafi supaya aku bisa belajar n bisa mendapatkan hasilyang sesuai harapan.            Semua proses untuk masuk anggota al-mizan telah kulalui dengan penuh semangat, mulai dari pendaftaran, ujian, seleksi sampai diklat. Setelah resmi menjadi anggotaal-mizan, ternyata harapanku tidak sesuaidengan apa yang aku inginkan, karena berbentur kuliah semester 3, aku jarang ikut latian, bisa dihitung nongol cuman 3 apa 4 kali, itu pun datangnya sudah mau selesai. Selain itu juga aku sibuk dengan rutinitas yang aku senangi, yakni berjualan dikampus, sedikit jadi teringat ketika aku keliling di ruangan pusat bahasa untuk menjual stiker berlogo uin, n lumayan laris. Meskipun sebenarnya banyak hal yang membuat saya putus semangat untuk jualan, tapi demi mendapatkan uang makan, saat itu aku tetap semangat, maklum saat itu aku malu untuk minta sama orang tuaku,            Waktu terus berjalan, tak terasa satu tahun memasuki al-mizan sudah lumayan dekat, saat itu aku dikasih kesempatan mendapatkan rekomendasi untuk menjadi peserta lomba di surya global, cabang syarhil qur’an, akupun menerima dan berusaha untuk tampil lebih baik, naaah disinilah moment saya dipertemukan dengan orang-orang hebat, dan sebagian pengurus al-mizan beserta anggota-anggotanya, melalui proses latihan, ada bpk haidar selaku ketua umum saat itu, pertama ku kenal dia, tak kira hanya orang biasa-bisa ajha, seram, galak, sok tua dll, pokoknya yang jelek2 dah, eh ternyata salah total, beliau ternyata luar bisa,superior handal, terpercaya, tanpa keraguan, dalam hatiku berbisik, ternyata benar yang seringku dengar “don’t say dis cover, but you must say,,,,,,,,”selain itu juga ada bang toha sebagai pelatihku, yang saat itu hatiku mengejek ne orang pelatih kok suaranya soer-soer, meledak-ledak,hmmm namanya ajha aku tu dulu orangnya bawel,sok so’an. Mf yah bang toha ma bpk haidar,. Karena sekarang musti udah tobat, udah menyadari kalian begitu hebat, ada juga bunda etik, yang dari wajahnya saja sudah terpancar jiwa kasih sayangnya, nah kalau yang satu ini, aku jujur aswal ketemu udah terpesona dengan jiwa keibuannya, akhirny sampai sekarang aku masih lengket padanya. Sebenarnya masih banyak yang mau kusebut, tapi cukup kusebutdalam hati saja.            Latihan-demi latihan terusku jalani bersama kawan-kawan peserta dari al-mizan sebelum datang hari H untuk bertanding. Maklum karena kita latihannyaditempat terbuka,sering dilihat sama banyak orang, sebagai tontonan, aku sebenarnya masih malu mengeluarkan suaraku yang terlalu merdu menurutku, dan agak bagus mungkin menurut orang lain, tapi apalah aku tak perduli hal itu, karena tujuanku adalah mencoba hal yang baru itu. Dan lucunya lagi pelatihku bilng suaraku kayak pembawa acara di “SILLET” RCTI,huahahahaha,,,,,tapi aku tetap berusaha menjadi yang lebih bagus, proses demi proses ku jalani, sedikit demisedikit teman-teman al-mizan banyak yang mengenalku, maklum juga sih, dulu tuh aku orangnya, SKSD kalau ngambil katanya bpk haidar ali, sok kenal sok dekat, mungkin sampai sekarang juga masih kayak gitu….            Tibalah saatnya untuk berlomba di surya global stikes, akupun memperoleh hasil urutan ketiga pada kesempatanitu, Alhamdulillah meskipun gak juara satu tapi bisa memegang piala juara tiga. Setelah itu aku mulai dekat pula dengan coordinator kaligrafi, yang cirri-cirinya berbadan tinggi, hitam manis, tapi kecil, beda umurku satu hari, bisadikata adekkulah, dia adalah mas ihsan, meskipun kulit hitam,tapi hatinya berhati seputih air bening yang belum keruh,mengayomi, suka bercanda dengan cirri senyumannya yang kayak cabe lagi bergoyang, yang jika cuman dilihat biasa ajha. Tapi kalu sudah mendekat harga mati bisa menggoyang hati, karena goresan kelembutannya. Aku jadi sering ngobrol ma dia, selayak senior sama anggotanya, seiring berjalnnya waktu, suatu ketika di nyeletus bilang kalau aku nanti akan dijadikan ketua musytag, tapi aku gak menghiraukan hal itu, karena aku tak faham juga apa itu musytag.selang beberapa bulan, akhirnya akupun kembali mendengar kata musytag, tapi dari orang yang berbeda, dan redaksi yang berbeda pula, musytag menjadi ketua musytag            Aku masih ingat sekali kejadian itu, saat itu aku lagi berada diselasarmasjid lagi asyik bersandar ditembok sambil baca buku, tiba-tiba ada yang menyapaku dengan gaya seperti biasa, yang bikin kaget, sura ucapan salamnnya begitu lantang, sampai-sampai kekhusukanku membaca buku menjadi buyar, eh ternyata ada bpk haidar, yang langsung dudukdisampingku, dengan gaya bahasnya yang khas, beliau mulai menyapa “nduuuuuuuk”aku sebagai orang luar jawa                                         Mustiani bin suhaili              

0 komentar

Posting Komentar