Selasa, 02 Juni 2015

MUSYTAG AL-MIZAN 28-30 MEI 2015


             Tak terasa 1 tahun berlalu saya pernah menjadi panitia musytag, sekarang berubah posisi menjadi yang disediakan untuk pelaksana musytag. Banyak kenangan yang tak bisa terlupakan ketika saya menjadi ketua musytag dulu. Dengan adanya musytag tahun ini, banyak perbedaan yang aku rasakan dari pengalaman ku yang telah berlalu. Musytag tahun ini dengan musytag tahun dulu saya rasakan amat berbeda, entah mengapa banyak pertanyaan yang muncul dalam benakku terkait musytag ini. Dulu musytag saya rasa sangat seram, mengerikan, menegangkan, sampai-sampai membuat bulu kudung merinding.
Dulu sesepuh sangat antusias, dalam pelaksanaan musytag, yang membuat para panitia kewalahan dalam membantah mereka, seolah-olah sesepuh yang menguasai dan bagaikan raja dictator yang menguasai forum, panitia hanya bisa melongok terdiam mendengarkan mereka berdebat dan saling membantah terkait laporan pertanggung jawaban yang sedang disampaikan oleh pengurus, yang mana dalam hal ini ada seorang yang sangat hebat q rasa, sangat bijak, n selalu membimbing yakni ketuanya umum al-mizan sendiri, pk haidar ali. Aku sedikit merasa kasihan dengan mereka, karena sebagian besar dari LPJ nya di bantai habis-habisan. Tanpa ada ampun, padahal saya rasa mereka dalam menjalani tugas sudah luar biasa. aku tak tau kenapa para sesepuh sangat antusias bangat pada kesempatan musytag saat itu,khususnya dari para sesepuh yang masih sangat terlintas dan tersimpan dalam memoriku,yakni: mas wahid,hanna,ranu,azam,mustofa, dan mbk na’im,atiqoh dan lain2, ketika itu jujur saja ya! Q selaku ketua musytag amat sebel,gemes melihat mereka yang tak putus-putusnya memberikan lontaran argument masing-masing, intinya mereka saya lihat kayak mau menyalahkan laporan pengurus, dengan dalih yang berbeda-beda. Proses musytag saat itu membuatku trauma, dan takut untuk menjadi pengurus di al-mizan, aku benar-benar merinding dengan pelaksanaan LPJ kala itu. Yang pada ujungnya saya juga bisa melihat raut muka diantara para pengurus,khususnya PH, yang sudah pucat bagaikan tak ada aliran darah yang sedang mengalir dalam wajahnya,sungguh kasihan aku melihatnya, apalagi bunda etik, kayaknya letih bangat. Namun, bukan hanya pengurus yang aku lihat letihnya, teman-teman panitia juga sangat letih saya kira, karena tidak tidur selama proses pelksanaan musytag berlangsung. saya juga termasuk salah satu korbannya yang sampai berat badanku hilang 3kg tak tau kemana hhahah, saya rasa bukan hanya capek fisik yang aku rasakan, tapi capek pikiran juga terkuras…..sumpeeeeeeeeh luar binasa pokok eeeee rasaneeeeeee…..
            Menjelang detik-detik musytag tahun ini, dalam benakku secara sepontan terlintas masa-masa dulu, aku khawatir binyit, akan terjadi hal seperti itu kembali, dengan berjalannya waktu akhirnya tibakah waktu musytag dan berlangsungnya LPJ, ternyata banyak perbedaan yang aku rasakan disini, bukan hanya aku sih, setiap kawan-kawan mantan panitia dulu saya tanyakan ternyata merasakan perbedaan yang sangat derastis, antara musytag tahun dulu ketika pk haidar ali sebagai ketua umum, dengan sekarang yang ketika ketua umum adalah mas faiz selamat sentosa, disini saya lihat, sespuh kurang ada antusias dalam merespon LPJ yang disampaikan para pengurus, buktinya sesepuh datang ketika penghujung acara, itu pun tak ada yang seperti dulu, biasa-biasa ajha aku liat, iyaaaah syukurlah, namun pertanyaan muncul dalam pikiranku,,,,kok bisa berbeda bangat ya sama tahun dulu? Kemana pakar-pakar yang vocal memberikan komentar dulu? Mungkin mereka mulai lelah atau bagaimana?ataukah yang dulu sudah dipersiapkan dari awal, sedangkan yang sekarang tak ada yang harus dipersiapkan?ihiyyyyuuu lok boleh sok tehe’.
           
            Selain dari banyak perbedaan diatas, panitia juga dalam halini bisa dikatakan santai, bisa tidur, bisa keluar,dll,,,,selamat yah?
Satu lagi pertanyaan saya
Apakah suatu keberhasilan diukur dari program yang terlaksana di lapangan dan prakteknya? Ataukah sebaliknya keberhasilan ditentukan dari hasil coretan yang ada Di LPJ?
            Saya berdo’a semoga 2 perbedaan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua! OkeJ

                                                            Wallahu’a’lamubissoooowwwaaaaabbbbb J J

0 komentar

Posting Komentar