sore itu aku lagi bercanda ria bersama mbk sekamar ku yang paling cantik dan baik menurutku, tiada lain dia adalah mbk D, namun sekilas canda tawa itu terhenti dengan sesosok wanita yang muncul dibalik pintu memanggil namaku,,,,, "mustiiiiii!, Q langsung menoleh sembari melihat sosok wajah yang memanggil", iya mbaaak sahutku, ternyata aku dipanggil untuk melihat kamar mandi yang menurutnya masih kurang bersih setelah aku piket hari minggu kemarin, dengan begitu ringan kaki ku melangkah memenuhi ajakannya, sesampainya aku dilokasi kamar mandi, ternyata aku hanya kena omelan-ocehan dari si mbk yang memanggil ini, aku sebut aja mbk T. kira-kira omelannya seperti ini. lihat bak mandi, masih ada hitamnya,ada putih di sekitarnya, masih ada lumut, dan masih banyak omelannya sembari mengeluarkan otot dimuka dan lehernya, selayak mau menerkam mangsanya, aku hanya menjawab tertegun iya mbk, oke. setelah itu aku langsung membersihkan kembali yang ditunjuk sama mbk T ini, sambil mencuci pakaian, tiba-tiba temanku seperjuangan datang menghampiriku, dia adalah si gadis imut dan penuh perhatian, namnya adalah tari. dia sambil mengelus-elus pundakku sembari berkata"sabar ya musti, udah biasa kok dia seperti itu" dengan ungkaan nadanya yang seperti itu memancing mataku secara spontan berubah menjadi sungai yang mengalir air deras, air mataku sudah tak bisa ditampung lagi, bagaikan hujan badai. sambilku menggosok-gosok pakaianku, ternyata mbk tuek ini kembali nongol dan sok-sok memberi perhatian dan mau membantuku, dengan nadaku yang tersendu-sendu tak jawab "gak usah mbk, aku bisa sendiri kok, karena tak tahan bersamanya disana, aku melangkahkan diri saja untuk balik kekamarku, di kamarku, aku berteriak sepuasnya, namun tak bisa berhenti disitu saja, mbk T itu mencariku dan memanggilku, tapi aku sendiripun tak menyahut, sehingga ada temanku yang masuk kekamar, dan menjelaskan bahwa mbk T hanya tegas, bukan maksud berbuat keras ataupun memarahimu, aku pun menjawan "iya gakpapa, lagian aku juga hanya sedih jika dimarahin seperti itu, aku lebih baik di ajari secara halus dari pada kasar dan sambil emosian kayak gitu. akhirnya temanku kembali untuk balik kekamarnya. kisahnya tak berhenti sampai disini, akupun memutuskan untuk pergi kemasjid kampus untuk menentramkan hati dan pikiran, sekaligus mengikuti kajian tafsir dari pak waryono, yang super dalam memberi penjelasan.
Senin, 02 Maret 2015
ketika cara keras dibilang tegas
Share this
Related Articles :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kategori
Paling Dilihat
-
mawar sudah retak menaruh hati pada melati yang sudah berpindah ke lain hati tak ada gunanya lagi aku masih mempertahankan perasaan ini, ka...
-
بِسْــــــــمِ اٌللَّهِ اٌلرَّحْمَنِ اٌلرَّحِيْـــــــــم Dikisahkan, ada seorang raja yg setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seora...
-
Salah satu upaya untuk meningkatkan potensi yang ada pada manusia adalah melalui pendidikan, dengan adanya pendidikan seseorang dihara...
-
Mustiani namaq, aku berasal dari negeri seberang, yakni Lombok tengah NTB. aku kuliah di universitas islam negeri sunan kalijaga Yogyakarta...
-
PROPOSAL KEGIATAN PPL-KKN INTEGRATIF FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2015...
-
semua Q rasakan serba baru, dan tak pernah kurasakan sebelumnya, awal pertama Q jalani terasa sulit dan sungguh memberatkan. Q benarbenar me...
-
diriku mendadak canggung, membisu, tersimpuh malu ketika tau hal itu lisanku tak mampu mengucap sepatah katapun hanya qalbuku yang terasa...
-
ACC-06/10/15 PEMBELAJARAN PAI DAN PENINGKATAN KREATIVITAS KEAKTIFAN SISWA DI SEKOLAH (TEMA) -STRATEGI ESTAFET BOLA KERTAS PADA PEMBELA...
-
sore itu kusempatkan diri ini untuk melafalkan kalam-Mu dengan hati penuh ketulusan bersama ke khusu'an yang terbawa dalam senandu...
-
Q benar2 tak mengerti apalagi u bsa memahami sikap & tingkah lakumu_ Q benar2 merasa tak berdaya meskipun sebenarnya kau tak pernah men...
0 komentar
Posting Komentar